Friday, 28 September 2007

Sudah Benarkah Cara Anda Menyeduh Teh?


Mungkin pada saat anda membaca judul artikel ini anda sedikit tertawa geli, “Masa sih untuk menyeduh teh aja ada aturanya?” begitu mungkin ya pertanyaan yang timbul di benak anda.

Tapi jangan salah lho ya…. Sebab aturan cara penyeduhan teh yang saya berikan ini dapat anda gunakan untuk mendapatkan khasiat teh yang sebanyak-banyaknya. Sebenarya cara menyeduh teh itu bisa dibilang susah-susah gampang. Kita harus tahu type teh yang kita pakai, kualitas air serta temperature air yang tepat. Berikut cara penyeduhan teh yang benar agar kita mendapatkan “secangkir teh yang sempurna”.

Pertama siapkan air dingin (yang saya maksudkan adalah air dengan tempertur suhu kamar). Apabila air minum yang anda pakai memiliki rasa dan bau yang kurang bagus, saya sarankan anda memakai air mineral.

Didihkan air tersebut hingga mendidih. Ingat jangan terlalu lama mendidihkan air sebab hal ini dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air, sehingga dapat mengurangi kualitas seduhan teh yang kita buat. (kandungan oksigen dalam air diperlukan untuk proses ekstraksi rasa maupun aroma daun teh, oleh sebab itulah di atas saya menyarankan untuk memakai air dingin). Intinya setelah air kelihatan mendidih untuk pertama kalinya maka segera matikan kompor anda.

Bila anda menggunakan teh kemasan “tea bag” maka anda bisa gunakan satu kemasan untuk membuat 6 cangkir teh, atau bila anda menggunakan kemasan “non-tea bag” anda bisa mengambil kira-kira satu sendok teh penuh.

Masukan teh dalam teko dan tuangkan air panas kedalamnya. Mengenai suhu air serta lama anda menyeduh teh tergantung dari jenis teh yang anda gunakan. Keterangan yang lebih spesifik bisa dilihat di bawah ini.

Temperatur
Apabila anda menggunakan teh hitam maka anda bisa menggunakan air mendidih untuk menyeduhnya, apabila anda menggunakan teh hijau maka temperature air yang anda pakai harus antara 70-800C, dan untuk teh oolong temperature airnya sekitar 900C.

Cara cerdik untuk mengukur temperature air bila anda tidak memiliki tehrmometer adalah dengan mendiamkan air yang telah mendidih sekitar 2-3 menit untuk menyeduh teh hijau, 30-60 detik untuk menyeduh teh oolong sebelum anda menuangkannya ke dalam teko.

Waktu Penyeduhan
Jangan terlalu lama untuk menyeduh teh hijau, waktu penyeduhan teh hijau paling baik adalah antara 1-3 menit, sedangkan untuk teh hitam antara 3-5 menit, dan teh oolong antara 4 menit.




Tip :

  1. Tutuplah teko saat anda menyeduh teh untuk mempertahankan suhu air
  2. Terlalu lama menyeduh tah membuat konsentrasi teh semakin pekat, dan membuat teh menjadi semakin pahit. Oleh sebab itu bereksperimenlah dengan waktu yang anda pakai untuk menyeduh teh, sehingga anda memperoleh kondisi waktu yang tepat sesaui selera anda.
  3. Sisa daun teh yang dipakai untuk menyeduh teh dapat anda pakai sebagai pupuk tanaman, hal ini sangat berguna bagi anda yang punya tanaman di rumah. Tinggal buang aja sisa daun teh ini ke pot anda. Hitung-hitung pupuk gratis kan.
  4. Sebelum anda minum teh cobalah dekatkan cangkir ke hidung anda dan rasakan aroma teh sesaat sebelum anda meminumnya, hal ini cocok bagi anda yang suka dengan teh hijau sebab aroma seduhan teh hijau sangat khas.
Selamat membuat teh anda sendiri! Bon Apetit!


Thursday, 27 September 2007

Pilih Mana? Yang Hitam, Hijau atau Oolong…?

Teh merupakan jenis minuman ke dua paling banyak di konsumsi oleh penduduk dunia setelah air. Sekitar tiga billiun kilogram teh diproduksi dan dikonsumsi setiap tahunnya. Terdapat tiga macam jenis teh yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh oolong, dan semuanya berasal dari satu tanaman teh yaitu “Camellia sinensis”.

Dari semua produksi teh yang ada 78% adalah teh hitam dan banyak dikonsumsi di dunia barat, 20%-nya adalah teh hijau yang paling banyak dikonsumsi di negara-negara Asia, sedangkan teh oolong hanya 2% saja dan jenis teh ini paling banyak dikonsumsi oleh negara China bagian selatan.

Tahukah anda apa yang membedakan antara teh hitam, teh hijau, dan teh oolong? Perbedaan proses pembuatan yang melibatkan proses fermentasi menjadi hal utama yang membedakan pembuatan ketiga jenis teh tersebut.

Teh hitam dibuat dengan melibatkan proses fermentasi. Daun teh yang telah dipanen kemudian di angina-anginkan pada suhu 20-35 0C untuk mengurangi kandungan airnya, proses ini biasanya disebut dengan “Witehring Process”. Setelah itu daun teh di potong dengan ukuran tertentu, Pemotongan ini mengakibatkan enzim yang terdapat dalam daun keluar sehingga dapat membantu proses fermentasi. Proses fermentasi dilakaukan selama 45 menit sampai 4 jam. Pada saat proses fermentasi berlangsung daun berubah warna menjadi kemerahan seperti kawat tembaga. Setelah proses fermentasi selesai maka daun teh dikeringkan pada suhu 87-930C. Proses ini mengurangi kandungan air dalam daun sampai sekitar 3% dan warna daun teh menjadi hitam, oleh sebab itulah disebut sebagai teh hitam.
Proses pembuatan teh hijau pada umumnya sama seperti teh hitam akan tetapi tidak melibatkan proses pemotongan daun dan tidak dilakukan fermentasi, sehingga warna daun teh tetap hijau dan aromanya seperti daun segar.

Sedangkan teh oolong proses pembuatannya juga melibatkan proses fermentasi, akan tetapi fermentasi yang diterapkan pada pembuatan teh oolong adalah “fermentasi parsial” dimana waktu fermentasi tidaklah terlalu lama seperti pada pembuatan teh hitam, akibatnya hanya sebagian daun saja yang mengalami proses fermentasi.

Teh yang sering diminum oleh masyarakat kita umumnya adalah teh hitam, seduhan teh hitam berwarnya merah kehitaman sampai oranye. Seduhan teh hijau berwarna kuning kehijauan, aromanya seperti aroma daun segar, dan rasanya agak getir, sedangkan warna seduhan teh oolong cenderung oranye, sampai peralihan warna antara teh hitam dengan teh hijau, hal ini sifat teh oolong berada diantara teh hitam dan teh hijau.

Jadi sekarang yang mana pilihan teh anda? Mau yang hitam, yang hijau, atau oolong?


 

© New Blogger Templates | Webtalks