Teh merupakan jenis minuman ke dua paling banyak di konsumsi oleh penduduk dunia setelah air. Sekitar tiga billiun kilogram teh diproduksi dan dikonsumsi setiap tahunnya. Terdapat tiga macam jenis teh yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh oolong, dan semuanya berasal dari satu tanaman teh yaitu “Camellia sinensis”.
Dari semua produksi teh yang ada 78% adalah teh hitam dan banyak dikonsumsi di dunia barat, 20%-nya adalah teh hijau yang paling banyak dikonsumsi di negara-negara Asia, sedangkan teh oolong hanya 2% saja dan jenis teh ini paling banyak dikonsumsi oleh negara China bagian selatan.
Tahukah anda apa yang membedakan antara teh hitam, teh hijau, dan teh oolong? Perbedaan proses pembuatan yang melibatkan proses fermentasi menjadi hal utama yang membedakan pembuatan ketiga jenis teh tersebut.
Teh hitam dibuat dengan melibatkan proses fermentasi. Daun teh yang telah dipanen kemudian di angina-anginkan pada suhu 20-35 0C untuk mengurangi kandungan airnya, proses ini biasanya disebut dengan “Witehring Process”. Setelah itu daun teh di potong dengan ukuran tertentu, Pemotongan ini mengakibatkan enzim yang terdapat dalam daun keluar sehingga dapat membantu proses fermentasi. Proses fermentasi dilakaukan selama 45 menit sampai 4 jam. Pada saat proses fermentasi berlangsung daun berubah warna menjadi kemerahan seperti kawat tembaga. Setelah proses fermentasi selesai maka daun teh dikeringkan pada suhu 87-930C. Proses ini mengurangi kandungan air dalam daun sampai sekitar 3% dan warna daun teh menjadi hitam, oleh sebab itulah disebut sebagai teh hitam.
Proses pembuatan teh hijau pada umumnya sama seperti teh hitam akan tetapi tidak melibatkan proses pemotongan daun dan tidak dilakukan fermentasi, sehingga warna daun teh tetap hijau dan aromanya seperti daun segar.
Sedangkan teh oolong proses pembuatannya juga melibatkan proses fermentasi, akan tetapi fermentasi yang diterapkan pada pembuatan teh oolong adalah “fermentasi parsial” dimana waktu fermentasi tidaklah terlalu lama seperti pada pembuatan teh hitam, akibatnya hanya sebagian daun saja yang mengalami proses fermentasi.
Teh yang sering diminum oleh masyarakat kita umumnya adalah teh hitam, seduhan teh hitam berwarnya merah kehitaman sampai oranye. Seduhan teh hijau berwarna kuning kehijauan, aromanya seperti aroma daun segar, dan rasanya agak getir, sedangkan warna seduhan teh oolong cenderung oranye, sampai peralihan warna antara teh hitam dengan teh hijau, hal ini sifat teh oolong berada diantara teh hitam dan teh hijau.
Jadi sekarang yang mana pilihan teh anda? Mau yang hitam, yang hijau, atau oolong?
Dari semua produksi teh yang ada 78% adalah teh hitam dan banyak dikonsumsi di dunia barat, 20%-nya adalah teh hijau yang paling banyak dikonsumsi di negara-negara Asia, sedangkan teh oolong hanya 2% saja dan jenis teh ini paling banyak dikonsumsi oleh negara China bagian selatan.
Tahukah anda apa yang membedakan antara teh hitam, teh hijau, dan teh oolong? Perbedaan proses pembuatan yang melibatkan proses fermentasi menjadi hal utama yang membedakan pembuatan ketiga jenis teh tersebut.
Teh hitam dibuat dengan melibatkan proses fermentasi. Daun teh yang telah dipanen kemudian di angina-anginkan pada suhu 20-35 0C untuk mengurangi kandungan airnya, proses ini biasanya disebut dengan “Witehring Process”. Setelah itu daun teh di potong dengan ukuran tertentu, Pemotongan ini mengakibatkan enzim yang terdapat dalam daun keluar sehingga dapat membantu proses fermentasi. Proses fermentasi dilakaukan selama 45 menit sampai 4 jam. Pada saat proses fermentasi berlangsung daun berubah warna menjadi kemerahan seperti kawat tembaga. Setelah proses fermentasi selesai maka daun teh dikeringkan pada suhu 87-930C. Proses ini mengurangi kandungan air dalam daun sampai sekitar 3% dan warna daun teh menjadi hitam, oleh sebab itulah disebut sebagai teh hitam.
Proses pembuatan teh hijau pada umumnya sama seperti teh hitam akan tetapi tidak melibatkan proses pemotongan daun dan tidak dilakukan fermentasi, sehingga warna daun teh tetap hijau dan aromanya seperti daun segar.
Sedangkan teh oolong proses pembuatannya juga melibatkan proses fermentasi, akan tetapi fermentasi yang diterapkan pada pembuatan teh oolong adalah “fermentasi parsial” dimana waktu fermentasi tidaklah terlalu lama seperti pada pembuatan teh hitam, akibatnya hanya sebagian daun saja yang mengalami proses fermentasi.
Teh yang sering diminum oleh masyarakat kita umumnya adalah teh hitam, seduhan teh hitam berwarnya merah kehitaman sampai oranye. Seduhan teh hijau berwarna kuning kehijauan, aromanya seperti aroma daun segar, dan rasanya agak getir, sedangkan warna seduhan teh oolong cenderung oranye, sampai peralihan warna antara teh hitam dengan teh hijau, hal ini sifat teh oolong berada diantara teh hitam dan teh hijau.
Jadi sekarang yang mana pilihan teh anda? Mau yang hitam, yang hijau, atau oolong?
No comments:
Post a Comment